Jurnal Saintis https://journal.ft.unibos.ac.id/index.php/saintis <p>Saintis diterbitkan oleh Program Studi Teknik Kimida dan Unibos Engineering Faculty E-Journal System (UEFS) Fakultas Teknik Universitas Bosowa. Jurnal ini merupakan jurnal peer-peer review yang bersifat terbuka, terbit 2 (dua) kali dalam setahun yang mempublikasikan karya penelitian kerya penelitian inovatif dalam bidang sains. Teknologi dan lingkungan, serta bidang lain yang relevan.</p> Prodi Teknik Kimia Universitas Bosowa id-ID Jurnal Saintis 2443-2369 Studi Korelasi Antara Nilai Fix Carbon dan Nilai kalori pada batubara produksi https://journal.ft.unibos.ac.id/index.php/saintis/article/view/953 <p>Fix Carbon dan Kalori Batubara adalah salah satu parameter penting dalam penentuan kualitas Batubara. Karena ini menyangkut kelancaran proses produksi, sebagai contoh batubara dengan Nilai Fix Carbon Tinggi dan Nilai Kalori yang tinggi akan menghasilkan pembakaran yang jauh lebih baik pada tungku atau Furnace dibanding menggunakan Batubara dengan Nilai Fix Carbon dan Nilai Kalori yang rendah. Sehingga jelas akan mempengaruhi jalannya Proses Produksi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Studi perbandingan Nilai Fix Carbon dan Kalori pada sampel Batubara dari Rusia, Indonesia dan Tiongkok yang digunakan di tungku smelter nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park dan mengetahui jenis batubara yang paling baik dan stabil digunakan sebagai bahan bakar pada tungku smelter nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park. Pada penelitian ini Sampel Batubara di timbang sebanyak 200 gram kemudian di oven pada suhu 105<sup>o</sup> C selama 5 jam untuk mengetahui nilai TM (Total Moisture) batubara. Sampel dengan kode yang sama di timbang lagi sebanyak 100 gram kemudian di oven pada suhu 40<sup>0</sup> C selama 6 jam. Setelah di oven selama 6 jam pada suhu 400 C, sampel kemudian di Dish Mill sampai diperoleh Batubara yang lolos saringan 200 Mesh atau 0.075 mm. Sampel kemudian di masukan kedalam Fortis (tempat penyimpanan sampel yang siap analisa) kemudian diberi Label Barcode Kode sampel. Sampel yang telah diberi kode tersebut di uji dengan Mesin GA (General Analysis) 5E- MAG6700 untuk memperoleh nilai IM (Inherent Moisture), VM (Vollatile Matter), ASH (Abu) dan Fixed Carbon. Untuk memperoleh nilai Kalori Sampel di analisa dengan Mesin Kalori 5E-AC500. Sampel di timbang sebanyak 1 gram ke dalam cawan kalori kemudian di hubungkan dengan kawat api, dan di masukan pada Bomb kalori. Bomb Kalori di isi dengan Gas Oxygen dengan tekanan 2 atm lalu dimasukan kemudian dianalisa dengan Mesin Kalori Meter. Kemudian data Analisa akan dilakukan perbandingan untuk mengetahui jenis batubara dari negara manakah yang memiliki nilai Kalori dan fix Carbon yang paling sesuai digunakan pada tungku smelter nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park<em>.</em></p> Febbywanto - M. Tang Hermawati Harun Hak Cipta (c) 2026 Febbywanto -, M. Tang, Hermawati Harun 2026-02-07 2026-02-07 6 2 370 376 10.35965/saintis.v6i2.953 Penentuan Waktu Aktivasi Arang Aktif Dari Tandan Kosong Kelapa Sawit https://journal.ft.unibos.ac.id/index.php/saintis/article/view/919 <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Tandan kosong kelapa sawit (TKKS) merupakan limbah padat dengan potensi melimpah di Kalimantan Timur, namun pemanfaatannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu aktivasi arang aktif dari TKKS menggunakan larutan natrium asetat (CH₃COONa) terhadap kualitas arang aktif yang dihasilkan. TKKS dikarbonisasi pada suhu 400 °C selama 1 jam, kemudian 30 g arang diaktivasi dengan larutan CH₃COONa 1 N selama variasi waktu 1, 3, 5, 7, dan 9 jam. Hasil terbaik diperoleh pada waktu aktivasi 5 jam dengan kadar air 9,36%, kadar abu 5,14%, volatile matter 24,76%, fixed carbon 60,74%, dan daya serap iod 486,14 mg/g. Meskipun nilai daya serap iod belum memenuhi SNI 06-3730-1995, arang aktif dari TKKS sudah berpotensi digunakan untuk penjernihan air.</p> <p><strong>Kata Kunci:</strong> <em>tandan kosong kelapa sawit, arang aktif, aktivasi, CH₃COONa</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p><strong>Abstract</strong></p> <p>Oil palm empty fruit bunches (EFB) are abundant solid waste in East Kalimantan, but their utilization is still limited. This research aims to determine the effect of activation time of activated carbon from EFB using sodium acetate (CH₃COONa) on the quality of the resulting activated carbon. The EFB was carbonized at 400 °C for 1 hour, then 30 g of charcoal was activated with 1 N CH₃COONa solution for 1, 3, 5, 7, and 9 hours. The best result was obtained at 5 hours activation with moisture content 9.36%, ash content 5.14%, volatile matter 24.76%, fixed carbon 60.74%, and iodine adsorption capacity 486.14 mg/g. Although the iodine adsorption capacity did not meet the Indonesian National Standard (SNI 06-3730-1995), the activated carbon from EFB has potential to be used for water purification.</p> <p><strong>Keywords: </strong><em>empty fruit bunch, activated carbon, activation, CH₃COONa</em></p> Enjelita Benduruk Hamsina M. Tang Hak Cipta (c) 2026 Enjelita Benduruk, Hamsina, M. Tang 2026-02-07 2026-02-07 6 2 354 361 10.35965/saintis.v6i2.919 The Pembuatan Plastik Biodegradable Dengan Pemanfaatan Limbah Kulit Kentang, Dedak Padi dan Kitosan Dengan Plasticizer Dari Minyak Jelantah https://journal.ft.unibos.ac.id/index.php/saintis/article/view/781 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan plastik biodegradable yang ramah lingkungan menggunakan bahan-bahan lokal dan terbarukan. Plastik biodegradable ini diproduksi dari campuran pati kulit kentang, dedak padi, kitosan, dan plasticizer berbasis minyak jelantah. Formula ini dirancang untuk meningkatkan sifat mekanis dan fungsional plastik dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara lokal. Proses pembuatan dilakukan melalui pencampuran bahan-bahan tersebut dan pengujian dilakukan untuk mengevaluasi karakteristik plastik hasil produksi. Komposisi yang baik pada penelitian ini yaitu bioplastik pada sampel E dengan hasil uji: kuat tarik 2,5381 MPa, daya serap air 42,1%, ketebalan 0,15 mm dan telah terdegradasi 50% selama 3 hari.</p> Sardayani Do'a May Hamsina M. Tang Hak Cipta (c) 2026 Sardayani Do'a May, Hamsina, M. Tang 2026-02-07 2026-02-07 6 2 334 347 10.35965/saintis.v6i2.781 Pre-design Glucose Plant Pra Rancangan Pabrik Glukosa Dari Sabut Kelapa Sawit Dengan Kapasitas 43.000 Ton/Tahun https://journal.ft.unibos.ac.id/index.php/saintis/article/view/754 <p><em>Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) </em><em>merupakan</em> <em>contoh</em><em> tanaman yang dibudidaya yang me</em><em>mproduksi</em><em> minyak nabati crude palm oil (CPO). Kelapa sawit banyak ditanam perkebunan di Indonesia, terutama di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Seiring meningkatnya </em><em>kawasan kebun</em><em> kelapa sawit d</em><em>an </em><em>industri pengolahannya maka jumlah limbah pabrik </em><em>akan semakin meningkat</em><em>. </em><em>D</em><em>ari proses pengolahan kelapa sawit </em><em>limbah tersebut </em><em>tentu menimbulkan dampak negatif </em><em>terhadap </em><em>lingkungan dengan mencegahnya limbah yaitu memanfaatkan sabut kelapa sawit sebagai bahan dalam </em><em>memproduksi</em><em> glukosa.</em><em> Pesatnya </em><em>perkembangan industri makanan, </em><em>permintaan</em><em> glukosa</em><em> di </em><em>Indonesia </em><em>terus </em><em>meningkat. </em><em>Namun,hingga ki</em><em>ni, </em><em>untuk memenuhi kebutuhan glukosa di </em><em>Indonesia masih </em><em>melalui</em> <em>impor negara lain, menurut BPS (2019-2023),impor glukosa di Indonesia pada tahun 2019 mencapai 74.573,624 ton/tahun. Melihat pesatnya permintaan glukosa pada perkembangan industri makanan, maka pendirian pabrik ini sangat dibutuhkan. Pabrik glukosa dari sabut kelapa sawit direncanakan berdiri pada tahun 2028 yang berlokasi dari Mamuju Tengah, Sulawesi Barat dengan kapasitas 43.000 ton/tahun.Proses yang digunakan yaitu proses hidrolisis dengan katalis asam proses ini terbagi dari beberapa tahap, antara lain persiapan bahan baku yakni sabut kelapa sawit, tahap hidrolisi yang terjadi direaktor kemudian proses penetralan dengan larutan basa NaOH lalu penjernihan produk dan penguapan untuk mendapatkan sirup glukosa lebih pekat dan terakhir pengkristalan glukosa guna membentuk butiran glukosa. Pabrik glukosa ini direncanakan beroperasi secara kontinyu selama 24 jam dengan waktu produksi 330 hari/tahun berdasarkan analisa ekonomi yang telah dilakukan diperoleh persentase ROI (Return On Investment) sebelum pajak 19,12% dan setelah pajak 12,43%. Persentase POT (Pay Out Time) sebelum pajak 3,69 tahun dan setelah pajak 4,89 tahun. BEP (Break Event Point) sebesar 45,13 % dan SDP (Shut Down Point) sebesar 24,82%. Ditinjau dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan</em></p> Ila Nadila Ridwan Ridwan Hermawati Harun Hak Cipta (c) 2026 Ila Nadila, Ridwan Ridwan, Hermawati Harun 2026-02-07 2026-02-07 6 2 321 325 10.35965/saintis.v6i2.754 OPTIMALISASI WAKTU BAKING UNTUK MENINGKATKAN PERSENTASE KAPASITAS PRODUKSI HARIAN DAN EFISIENSI KONSUMSI LIQUEFIED PETROLEUM GAS (LPG) https://journal.ft.unibos.ac.id/index.php/saintis/article/view/940 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh optimalisasi waktu baking terhadap peningkatan persentase kapasitas produksi harian dan efisiensi konsumsi Liquefied Petroleum Gas (LPG) pada produksi roti tawar. Penelitian dilakukan di PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk Plant Makassar dengan variasi waktu baking 31 dan 33 menit pada suhu oven tiga zona sebesar 215°C–220°C–215°C. Parameter yang diamati meliputi kapasitas produksi harian, konsumsi LPG per batch, kualitas fisik dan sensorik roti, serta keamanan mikrobiologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu baking 31 menit mampu meningkatkan kapasitas produksi harian sebesar ±6,39% dibandingkan waktu 33 menit. Selain itu, konsumsi LPG pada waktu baking 31 menit lebih rendah, dengan penghematan energi sebesar ±9,22% per batch. Hasil uji fisik, organoleptik, dan mikrobiologi menunjukkan bahwa roti yang dihasilkan pada waktu baking 31 menit tetap memenuhi standar mutu dan keamanan pangan. Meskipun waktu baking 33 menit memberikan kualitas sensorik yang sedikit lebih unggul, waktu baking 31 menit dinyatakan sebagai kondisi paling optimal dari aspek efisiensi energi dan produktivitas. Dengan demikian, optimalisasi waktu baking dapat menjadi strategi efektif untuk meningkatkan kinerja produksi dan keberlanjutan energi dalam industri bakery.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; &nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p> REYNALDI Hamsina M. Tang Hak Cipta (c) 2026 REYNALDI, Hamsina, M. Tang 2026-02-07 2026-02-07 6 2 362 369 10.35965/saintis.v6i2.940 PENGARUH WAKTU DAN KONSENTRASI ZAT WARNA KRISTAL VIOLET PADA PANJANG GELOMBANG MAKSIMUM MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER UV-VIS https://journal.ft.unibos.ac.id/index.php/saintis/article/view/849 <p><strong><em>Abstrak</em></strong></p> <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh waktu kontak terhadap efisiensi adsorpsi zat warna Kristal Violet pada berbagai konsentrasi awal larutan. Proses adsorpsi diamati dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada rentang panjang gelombang 450–750 nm. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai absorbansi maksimum Kristal Violet bergeser seiring peningkatan konsentrasi, yaitu pada 600 nm (10 ppm), 580 nm (20 ppm), dan 570 nm (50 ppm). Seiring bertambahnya waktu kontak, nilai absorbansi pada panjang gelombang maksimum cenderung menurun, yang menunjukkan berkurangnya konsentrasi Kristal Violet dalam larutan akibat proses adsorpsi. Penurunan absorbansi paling signifikan terjadi pada waktu kontak awal (0–30 menit), kemudian melambat hingga mencapai kondisi hampir setimbang pada 100 menit. Hasil ini menunjukkan bahwa waktu kontak dan konsentrasi awal larutan berpengaruh signifikan terhadap efisiensi proses adsorpsi.</em></p> <p><strong><em>Kata kunci</em></strong> <em>: Kristal Violet, Adsorpsi, Spektrofotometri UV-Vis, Panjang gelombang</em>.</p> Maryani . Ridwan Ridwan Fitri Ariani Hak Cipta (c) 2026 Maryani ., Ridwan Ridwan, Fitri Ariani 2026-02-07 2026-02-07 6 2 348 352 10.35965/saintis.v6i2.849 Pengaruh Variasi Diameter Pipa Terhdap Kinerja Teknologi Pompa Hidram https://journal.ft.unibos.ac.id/index.php/saintis/article/view/772 <p><em>Saat ini teknologi untuk menyuplai air masih kebanyakan mengunakan pompa dengan penggerak motor listrik sebagian pompa tersebut memiliki ketergantungan akan energi listrik atau bahan bakar sebagai bahan penggerak pompa. Salah satu teknologi yang mulai dikembangkan adalah popa hidrolic ram. Pompa hidram bekerja berdasarka prinsi p palu air. Ketika aliran fluida dihentikan secara tiba-tiba maka perubahan momentum massa fluida tersebut akan meningkatkan tekana secara tiba-tiba. Peningkatan tekanan ini digunakan untuk mengankat untuk sebagian air ketempat yang lebih tinggi. Maka dirancanglah pompa hidram yang menggunakan energi potensial air sebagai penggeraknya. Dalam perancangan pompa hidram yang penulis lakukan menggunakan variasi diameter pipa outlet pada kinerja efisiensi head pompa hidram dengan spesifikasi diameter pipa air masuk 2 inci dan variasi diameter pipa keluar ½ inci, ¾ inci dan 1inci, dengan tabung pompa berdiameter 3 inci, tinggi 30 cm. Dalam peneltian ini untuk mengalisa pipa uotlet ½ inchi lebih efektif mengalir kan air ke ketinggian karena semakin kecil pipa kehilangan tekanannya lebih rendah, dibandingan dengan pipa ¾ dan 1 inchi lebih lambat mengalirkan air ke ketinggian dan Efisiensi pompa hidram dipengaruhi oleh ukuran pipa, dengan pipa yang lebih kecil cenderung memiliki efisiensi yang lebik baik karena kehilangan tekanan lebih rendah. Pipa yang lebih besar kurang efisiensi karena kehilangan banyak tekanan.</em></p> <p><em>&nbsp;</em></p> <p>&nbsp;</p> Firham Adi Supardi Andi Zulfikar Syaiful Al Gazali Hak Cipta (c) 2026 Firham Adi Supardi, Andi Zulfikar Syaiful, Al Gazali 2026-02-07 2026-02-07 6 2 326 333 10.35965/saintis.v6i2.772