https://journal.ft.unibos.ac.id/jups/issue/feed Journal of Urban Planning Studies 2026-08-02T10:10:13+00:00 Emil Salim Rasyidi emil.salim@universitasbosowa.ac.id Open Journal Systems <p>Journal of Urban Planning Studies diterbitkan 3 kali dalam setahun. Bagi penulis yang memiliki artikel pada bidang ini dapat disesuaikan dengan panduan penulisan dan template kemudian disubmit secara online di website jurnal dengan melakukan registrasi terlebih dahulu.</p> https://journal.ft.unibos.ac.id/jups/article/view/656 Analisis Tingkat Pelayanan Jalan Di Ruas Jalan Sultan Alauddin Sekitar Pasar Pabaeng-Baeng 2026-08-02T10:06:25+00:00 Ninda Berliani Putri Prianggono nindaberlianiputri@gmail.com Kamran Aksa kamran.aksa@universitasbosowa.ac.id Nur Syam Aksa Nur_syam@yahoo.com Tri Budiharto tri.budiharto@universitasbosowa.ac.id Muh. Idris Taking Idris.taking@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>This study analyzes the road level of service on Sultan Alauddin Road around Pabaeng-Baeng Market, Makassar City. Traffic and roadside activities were surveyed for four days in three one-hour periods and analyzed using the 2023 Indonesian Road Capacity Guidelines. Peak volume reached 5,245.2 passenger-car units per hour, while weighted side friction reached 726.2 events per hour per 200 metres and was classified as high. After correcting capacity for three one-way lanes, total capacity was 4,845 passenger-car units per hour, the degree of saturation was 1.08, and the level of service was F. Parking and vendor control, passenger loading bays, pedestrian facilities, public transport organization, and access management are required.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian ini menganalisis tingkat pelayanan Jalan Sultan Alauddin di sekitar Pasar Pabaeng-Baeng, Kota Makassar. Survei lalu lintas dan aktivitas tepi jalan dilakukan selama empat hari pada tiga periode pengamatan masing-masing satu jam, kemudian dianalisis menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2023. Volume puncak mencapai 5.245,2 satuan mobil penumpang per jam, sedangkan hambatan samping berbobot mencapai 726,2 kejadian per jam per 200 meter dan termasuk kategori tinggi. Setelah kapasitas dikoreksi untuk tiga lajur satu arah, kapasitas total sebesar 4.845 satuan mobil penumpang per jam, derajat kejenuhan 1,08, dan tingkat pelayanan F. Penanganan memerlukan pengendalian parkir dan pedagang, ruang naik-turun penumpang, fasilitas pejalan kaki, pengaturan angkutan umum, serta manajemen akses.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Ninda Berliani Putri Prianggono, Kamran Aksa, Nur Syam Aksa, Tri Budiharto, Muh. Indris Taking https://journal.ft.unibos.ac.id/jups/article/view/741 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Persepsi Dampak Kapasitas Muatan Angkutan Penyeberangan Tradisional di Sungai Jeneberang, Desa Taeng, Kabupaten Gowa 2026-08-02T10:02:32+00:00 Muhammad Reski Fauzi reskkfzi15@gmail.com Murshal Manaf murshal.manaf@universitasbosowa.ac.id Kamran Aksa kamran.aksa@universitasbosowa.ac.id Rahmawati Rahman rahmawati.rahman@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>This study examines the effects of safety, security, comfort, and convenience on perceived load-capacity impacts and formulates directions for improving traditional river-crossing services on the Jeneberang River in Taeng Village. A quantitative survey of 100 respondents was supported by field observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. The model was jointly significant (F = 89.643; p &lt; 0.001), with R² = 0.791 and adjusted R² = 0.782. Partially, safety had a significant negative effect (β = -0.411; p = 0.001), while comfort (β = 0.573; p &lt; 0.001) and convenience (β = 0.584; p &lt; 0.001) had significant positive effects. Security was not statistically significant (β = 0.158; p = 0.121). Convenience was the dominant factor, followed by comfort. Recommended measures include enforcing load limits, formalizing operations, conducting vessel inspections, providing safety equipment, improving the pier, and ensuring consistent schedule and fare information</em>.</p> <p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian ini menganalisis pengaruh keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kemudahan terhadap persepsi dampak kapasitas muatan serta merumuskan arahan peningkatan layanan angkutan penyeberangan tradisional di Sungai Jeneberang, Desa Taeng. Survei kuantitatif terhadap 100 responden didukung observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear berganda. Model signifikan secara simultan (F = 89,643; p &lt; 0,001), dengan R² = 0,791 dan adjusted R² = 0,782. Secara parsial, keselamatan berpengaruh signifikan dengan arah negatif (β = -0,411; p = 0,001), sedangkan kenyamanan (β = 0,573; p &lt; 0,001) dan kemudahan (β = 0,584; p &lt; 0,001) berpengaruh positif dan signifikan. Keamanan tidak berpengaruh signifikan (β = 0,158; p = 0,121). Kemudahan merupakan faktor dominan, diikuti kenyamanan. Arahan pengembangan meliputi pengawasan batas muatan, legalisasi operasional, inspeksi perahu, penyediaan perlengkapan keselamatan, perbaikan dermaga, serta informasi jadwal dan tarif yang konsisten.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Reski Fauzi, Murshal Manaf, Kamran Aksa, Rahmawati Rahman https://journal.ft.unibos.ac.id/jups/article/view/758 Ketersediaan Dan Kebutuhan Prasarana Persampahan Di Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara 2026-08-02T10:07:15+00:00 Novry Erik Sandy eriknovry@gmail.com Muh. Fuad Aziz Fuadaziz@yahoo.com Emil Salim Rasyidi emil.salim@universitasbosowa.ac.id Rivqa Mujhtahida Arsyad Rivqa.Mujhtahida@universitasbosowa.ac.id Arista Asrib aristaasrib@gmail.com <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>This study evaluates the availability of solid waste infrastructure and estimates future facility needs in Rantepao District for the 2023-2043 period. A quantitative descriptive approach was applied using field observation, document review, an exponential population projection, and two waste-generation scenarios. The population is projected to increase from 28,231 people in 2023 to 33,538 people in 2043. Under the national small-city planning rate of 2.75 liters per person per day, waste generation reaches 92.23 cubic meters per day, requiring 19 temporary storage units with a five-cubic-meter design capacity and eight transport vehicles operating two trips per day. A sensitivity scenario using the local empirical rate of 5.25 liters per person per day increases the requirement to 36 units and 15 vehicles. The findings indicate that the baseline estimate should be treated as a minimum planning scenario. Asset verification, local waste sampling, source separation, spatially balanced facilities, and optimized collection routes are required before investment decisions are finalized.</em></p> <p><strong><em>Abstrak. </em></strong><em>Penelitian ini mengevaluasi ketersediaan prasarana persampahan dan memperkirakan kebutuhan fasilitas di Kecamatan Rantepao untuk periode 2023-2043. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan melalui observasi, telaah dokumen, proyeksi penduduk eksponensial, dan dua skenario timbulan sampah. Penduduk diproyeksikan meningkat dari 28.231 jiwa pada 2023 menjadi 33.538 jiwa pada 2043. Berdasarkan angka perencanaan kota kecil sebesar 2,75 liter per jiwa per hari, timbulan sampah mencapai 92,23 meter kubik per hari sehingga diperlukan 19 unit tempat penampungan sementara berkapasitas desain lima meter kubik dan delapan kendaraan pengangkut dengan dua ritasi per hari. Skenario sensitivitas menggunakan angka empiris lokal 5,25 liter per jiwa per hari meningkatkan kebutuhan menjadi 36 unit dan 15 kendaraan. Hasil menunjukkan bahwa estimasi dasar harus diperlakukan sebagai skenario kebutuhan minimum. Verifikasi aset, pengukuran timbulan lokal, pemilahan dari sumber, pemerataan lokasi fasilitas, dan optimasi rute perlu dilakukan sebelum keputusan investasi ditetapkan.</em></p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Novry Erik Sandy, Muh. Fuad Aziz, Emil Salim Rasyidi, Rivqa Mujhtahida Arsyad, Arista Asrib https://journal.ft.unibos.ac.id/jups/article/view/759 Strategi Penanganan Permukiman Kumuh Berbasis Data Baseline di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar 2026-08-02T10:03:59+00:00 Muh. Ikhsan Perdana perdanaikhsan29@gmail.com Kamran Aksa kamran.aksa@universitasbosowa.ac.id Muh. Fadli Fausi Sahlan fadli.fauzi@universitasbosowa.ac.id Ilham Yahya ilham.yahya@universitasbosowa.ac.id Syafri Syafri Syafri@universitasbosowa.ac.id <p><strong>Abstract. </strong><em>Slum settlements located along riverbanks require data-based management to ensure that interventions correspond to the actual conditions of the area. This study aims to identify priority indicators of slum conditions and formulate management strategies for RT 006/RW 002 in Buloa Urban Village, Tallo District, Makassar City. The study employed a quantitative descriptive approach supported by qualitative data obtained from the slum baseline database, field observations, interviews, and documentation. The analysis covered seven aspects: building conditions, neighbourhood roads, drinking-water provision, drainage, wastewater management, solid-waste management, and fire protection. The assessment produced a total slum score of 18, classifying the area as a light-slum settlement. The principal problems included non-compliance of buildings with technical requirements at 68.42%, unmet drinking-water needs at 87.50%, drainage incapacity to convey surface runoff at 52.63%, and inadequate drainage construction quality. The proposed strategies prioritise building rehabilitation, optimisation of drinking-water services, improvement and maintenance of the drainage system, and strengthening of sanitation, solid-waste, and fire-protection services through collaboration between the government and local community. The findings demonstrate that baseline data can support more targeted and measurable slum-settlement interventions.</em><em>.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi indikator prioritas kekumuhan dan merumuskan strategi penanganan permukiman kumuh di RT 006/RW 002, Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung data kualitatif dengan memanfaatkan data baseline kawasan kumuh, observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis mencakup tujuh aspek, yaitu kondisi bangunan gedung, jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase, pengelolaan air limbah, persampahan, dan proteksi kebakaran. Hasil perhitungan menunjukkan nilai kekumuhan sebesar 18 sehingga kawasan dikategorikan sebagai kumuh ringan. Permasalahan utama meliputi ketidaksesuaian teknis bangunan sebesar 68,42%, belum terpenuhinya kebutuhan air minum sebesar 87,50%, ketidakmampuan drainase mengalirkan limpasan sebesar 52,63%, serta rendahnya kualitas konstruksi drainase. Strategi penanganan diprioritaskan pada rehabilitasi bangunan, optimalisasi pelayanan air minum, peningkatan fungsi drainase, serta penguatan pelayanan sanitasi, persampahan, dan proteksi kebakaran melalui kolaborasi pemerintah dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data baseline dapat digunakan sebagai dasar penentuan intervensi penanganan yang lebih terarah dan terukur.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Muh. Ikhsan Perdana, Kamran Aksa, Muh. Fadli Fausi Sahlan, Ilham Yahya, Syafri https://journal.ft.unibos.ac.id/jups/article/view/768 Perubahan Fungsi Lahan, Kesesuaian Ruang, dan Daya Tampung Lahan Kawasan Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru 2026-08-02T10:05:22+00:00 Niam Niam atgniam@gmail.com Murshal Manaf murshal.manaf@universitasbosowa.ac.id Muh. Idris Taking idris.taking@universitasbosowa.ac.id Aslam Jumain aslam.jumain@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>This study analyzes land-use change, spatial conformity, land capability, settlement carrying capacity, and land-use direction in the Garongkong Port Area, Barru Regency. Primary and secondary data were collected through field observation, institutional surveys, and literature review. Geographic information system-based overlay compared land-use maps for 2013 and 2023, existing land use with the regional spatial plan, and physical parameters for land capability and functional zoning. The transition matrix identified 2,275 ha (27.28%) of changed land and 6,064 ha (72.72%) of unchanged land. Spatial conformity included 7,424.72 ha of conforming land and 856.13 ha of nonconforming land. Land capability comprised 4,106 ha (49.24%) of moderate, 633 ha (7.59%) of moderately high, and 3,600 ha (43.17%) of very high development capability. The settlement carrying-capacity index exceeded one, but development remains constrained by protected, buffer, disaster-prone, productive agricultural, and spatially nonconforming areas. Seasonal-crop and settlement functions dominated 4,290 ha (51.44%) of the study area.</em></p> <p> </p> <p><strong>Abstrak.</strong> Penelitian ini menganalisis perubahan fungsi lahan, kesesuaian ruang, kemampuan lahan, daya dukung permukiman, dan arahan pemanfaatan lahan di Kawasan Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi lapangan, survei institusional, dan studi literatur. Analisis berbasis sistem informasi geografis dilakukan dengan menumpangsusunkan penggunaan lahan tahun 2013 dan 2023, penggunaan lahan eksisting dengan rencana tata ruang wilayah, serta parameter fisik untuk menentukan kemampuan dan arahan fungsi lahan. Penjumlahan matriks transisi menunjukkan perubahan seluas 2.275 ha (27,28%) dan lahan tidak berubah 6.064 ha (72,72%). Kesesuaian ruang mencakup 7.424,72 ha lahan sesuai dan 856,13 ha tidak sesuai. Kemampuan pengembangan terdiri atas kelas sedang 4.106 ha (49,24%), agak tinggi 633 ha (7,59%), dan sangat tinggi 3.600 ha (43,17%). Indeks daya dukung permukiman lebih besar dari satu, tetapi pengembangan tetap dibatasi oleh kawasan lindung, penyangga, rawan bencana, lahan pertanian produktif, dan ketidaksesuaian tata ruang. Arahan kawasan tanaman semusim dan permukiman mendominasi 4.290 ha (51,44%).</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Niam, Murshal Manaf, Muh. Indris Taking, Aslam Jumain https://journal.ft.unibos.ac.id/jups/article/view/1067 Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pengembangan Ekowisata Mangrove Binangasangkara di Kabupaten Maros 2026-08-02T10:01:38+00:00 Ratna Sari Dewi ratnasarikamaruddin14@gmail.com Murshal Manaf murshal.manaf@universitasbosowa.ac.id Rimba Arief rimba.arief@universitasbosowa.ac.id Aslam Jumain aslam.jumain@universitasbosowa.ac.id Jufriadi Jufriadi jufriadi@Universitasbosowa.ac.id Rudi Latief rudi.latief@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>This study analyzes factors influencing the development of Binangasangkara mangrove ecotourism in Ampekale Village, Bontoa District, Maros Regency, and formulates conservation-based directions. Data were collected from 50 respondents through questionnaires, observations, interviews, and documentation. Multiple linear regression assessed attraction, accessibility, amenity, ancillary services, and promotion; qualitative description interpreted development priorities. The model is significant (F = 6.417; p &lt; 0.001) and explains 42.2% of the variance. Attraction, accessibility, and promotion have positive significant effects, whereas amenity and ancillary services have negative significant directions. Promotion is the strongest positive factor. Development should prioritize integrated promotion, safer access, audits of facility functionality, stronger community-based institutions, environmental education, and visitor management that protects mangrove carrying capacity.</em></p> <p><strong><em>Abstrak. </em></strong><em>Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan ekowisata mangrove Binangasangkara di Desa Ampekale, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros serta merumuskan arah berbasis konservasi. Data dikumpulkan dari 50 responden melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Regresi linear berganda menguji daya tarik, aksesibilitas, amenitas, layanan kelembagaan, dan promosi; analisis deskriptif kualitatif menafsirkan prioritas pengembangan. Model signifikan (F = 6,417; p &lt; 0,001) dan menjelaskan 42,2% variasi peluang pengembangan. Daya tarik, aksesibilitas, dan promosi berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan amenitas dan layanan kelembagaan berarah negatif dan signifikan. Promosi merupakan faktor positif terkuat. Pengembangan perlu memprioritaskan promosi terintegrasi, akses yang aman, audit fungsi fasilitas, penguatan kelembagaan berbasis masyarakat, edukasi lingkungan, dan pengelolaan pengunjung sesuai daya dukung mangrove.</em></p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Ratna Sari Dewi, Murshal Manaf, Rimba Arief, Aslam Jumain, Jufriadi, Rudi Latief https://journal.ft.unibos.ac.id/jups/article/view/677 Arahan Mitigasi Tanah Longsor Berbasis Analisis Risiko Spasial di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa 2026-08-02T10:09:18+00:00 Yoga Dwi Julianto yogadwijulianto10@gmail.com Rahmawati Rahman rahmawati.rahman@universitasbosowa.ac.id Baso Jaya baso.jaya@universitasbosowa.ac.id Emil Salim Rasyidi emil.salim@universitasbosowa.ac.id Tri Budiharto tri.budiharto@universitasbosowa.ac.id Rusneni Ruslan rusneni@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>Tabulahan District, Mamasa Regency, is characterized by mountainous terrain and recurring landslides that threaten settlements, agricultural land, and interregional roads. This study analyzes spatial landslide risk and formulates mitigation directions at village and urban-village level. Hazard was assessed from slope, rainfall, land use, soil type, and geology; vulnerability from physical, demographic-social, economic, and environmental indicators; and capacity from health services, accessibility, disaster education, and preparedness. The layers were processed through scoring, overlay, and a vulnerability-capacity matrix, then checked against twelve field-observed landslide points. Moderate hazard dominates 63.15% of the study area, while high hazard covers 36.36%. Vulnerability is predominantly low at 86.72%, but capacity remains low in eight villages. The final risk map identifies 93.82% low risk, 4.66% moderate risk, and 1.52% high risk, with priority areas in Lakahang, Lakahang Utama, Timoro, Burana, Tampakkura, and Talopak. Mitigation directions combine spatial-use controls, community preparedness, drainage improvement, slope reinforcement, vegetation management, and selective relocation from unsafe sites.</em></p> <p><strong><em>Abstrak. </em></strong><em>Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, memiliki topografi pegunungan dan kejadian tanah longsor berulang yang mengancam permukiman, lahan pertanian, serta jaringan jalan antardaerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko longsor secara spasial dan merumuskan arahan mitigasi pada tingkat desa dan kelurahan. Kerawanan dinilai berdasarkan kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan, jenis tanah, dan geologi; kerentanan berdasarkan aspek fisik, demografi-sosial, ekonomi, dan lingkungan; sedangkan kapasitas berdasarkan pelayanan kesehatan, aksesibilitas, edukasi kebencanaan, dan kesiapsiagaan. Seluruh lapisan dianalisis melalui skoring, tumpang susun, dan matriks kerentanan-kapasitas, kemudian diperiksa menggunakan dua belas titik longsor hasil survei lapangan. Kerawanan sedang mendominasi 63,15% wilayah dan kerawanan tinggi mencapai 36,36%. Kerentanan rendah mencakup 86,72% wilayah, tetapi kapasitas masih rendah pada delapan desa. Peta risiko menunjukkan 93,82% wilayah berisiko rendah, 4,66% berisiko sedang, dan 1,52% berisiko tinggi, terutama di Lakahang, Lakahang Utama, Timoro, Burana, Tampakkura, dan Talopak. Arahan mitigasi meliputi pengendalian pemanfaatan ruang, peningkatan kesiapsiagaan, perbaikan drainase, penguatan lereng, pengelolaan vegetasi, dan relokasi selektif dari lokasi tidak aman.</em></p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Yoga Dwi Julianto, Rahmawati Rahman, Baso Jaya, Emil Salim Rasyidi, Tri Budiharto, Rusneni Ruslan https://journal.ft.unibos.ac.id/jups/article/view/733 Prioritas Lokasi SPKLU pada SPBU dan Pusat Perbelanjaan di Kota Makassar 2026-08-02T10:10:13+00:00 Yosafat Monares yosafatmonares03@gmail.com Batara Surya batra.surya@universitasbosowa.ac.id Tri Budiharto tri.budiharto@universitasbosowa.ac.id Aslam Jumain aslam.jumain@universitasbosowa.ac.id Rahmawati Rahman rahmawati.rahman@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>This study identifies priority locations for public electric vehicle charging infrastructure at gas stations and shopping centers in Makassar. Field surveys inventoried 43 gas stations and 10 shopping centers; 10 alternatives from each group were evaluated using accessibility, supporting facilities, surrounding security, and land availability. The Analytical Hierarchy Process assigned the greatest weight to land availability (0.362), followed by security (0.310), supporting facilities (0.182), and accessibility (0.147). The Composite Performance Index ranked Pertamina gas stations 74.902.10 and 74.902.17 first, each scoring 154.40. Among shopping centers, Mall Panakkukang, Phinisi Point Makassar, and Trans Studio Mall jointly ranked first with scores of 107.34. The findings indicate that implementation should prioritize sites with sufficient land and secure operations while improving waiting areas, dedicated charging bays, circulation, signage, fire safety, and electrical-capacity verification. The results provide a phased location priority for expanding charging services in Makassar.</em></p> <p><strong><em>Abstrak. </em></strong><em>Penelitian ini menentukan prioritas lokasi pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik umum pada stasiun pengisian bahan bakar umum dan pusat perbelanjaan di Kota Makassar. Survei lapangan menginventarisasi 43 stasiun pengisian bahan bakar umum dan 10 pusat perbelanjaan; masing-masing 10 alternatif dinilai berdasarkan aksesibilitas, fasilitas pendukung, keamanan sekitar, dan ketersediaan lahan. Analytical Hierarchy Process menghasilkan bobot tertinggi pada ketersediaan lahan (0,362), diikuti keamanan (0,310), fasilitas pendukung (0,182), dan aksesibilitas (0,147). Composite Performance Index menempatkan SPBU Pertamina 74.902.10 dan 74.902.17 pada prioritas pertama dengan skor 154,40. Pada pusat perbelanjaan, Mall Panakkukang, Phinisi Point Makassar, dan Trans Studio Mall menempati prioritas pertama dengan skor 107,34. Pengembangan diarahkan secara bertahap dengan memprioritaskan kecukupan lahan dan keamanan, disertai penyediaan ruang tunggu, petak pengisian khusus, pengaturan sirkulasi, rambu, proteksi kebakaran, dan verifikasi kapasitas kelistrikan.</em></p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Yosafat Monares, Batara Surya, Tri Budiharto, Aslam Jumain, Rahmawati Rahman https://journal.ft.unibos.ac.id/jups/article/view/1068 Strategi Pengembangan Wisata Budaya Rumah Adat Patan Di Kecamatan Rembon, Tana Toraja 2026-08-02T09:59:21+00:00 Sepsyuni Sakti sepsyunisaktii@gmail.com Rudi Latief rudi.latief@universitasbosowa.ac.id Tri Budiharto tri.budiharto@universitasbosowa.ac.id Rahmawati Rahman rahmawati.rahman@universitasbosowa.ac.id Aslam Jumain aslam.jumain@universitasbosowa.ac.id <p><strong><em>Abstract. </em></strong><em>This study identifies factors associated with the development of Patan Traditional House cultural tourism and formulates a conservation-oriented strategy. The research used a mixed descriptive approach through field observation, questionnaires administered to 100 visitors, interviews, and documentation. Categorical relationships were analyzed using the Chi-Square test, while internal and external strategic factors were evaluated through strengths, weaknesses, opportunities, and threats analysis. Attraction, accessibility, and facilities showed significant relationships with tourism development, with Chi-Square values of 19.578, 18.634, and 18.765, respectively. Institutional capacity and information-promotion were not significant, with values of 5.515 and 9.336, below the critical value of 9.49. The strategic position was in quadrant I, indicating a growth-oriented strategy based on cultural strengths and policy opportunities. Priority actions comprise heritage conservation and interpretation, regular maintenance of visitor facilities, a collaborative management unit involving local communities, integrated tourism routes, and consistent digital promotion.</em></p> <p><strong>Abstrak. </strong>Penelitian ini mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan pengembangan wisata budaya Rumah Adat Patan serta merumuskan strategi yang berorientasi pada pelestarian. Pendekatan deskriptif campuran diterapkan melalui observasi lapangan, kuesioner terhadap 100 pengunjung, wawancara, dan dokumentasi. Hubungan antarkategori dianalisis menggunakan uji Chi-Square, sedangkan faktor strategis internal dan eksternal dianalisis melalui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman. Daya tarik, aksesibilitas, dan fasilitas berhubungan signifikan dengan pengembangan wisata, dengan nilai Chi-Square masing-masing 19,578; 18,634; dan 18,765. Kelembagaan serta informasi dan promosi tidak signifikan, dengan nilai 5,515 dan 9,336, lebih kecil daripada nilai kritis 9,49. Posisi strategi berada pada kuadran I yang menunjukkan strategi pertumbuhan berbasis kekuatan budaya dan peluang kebijakan. Prioritas pengembangan meliputi konservasi dan interpretasi warisan, pemeliharaan fasilitas, pembentukan pengelola kolaboratif yang melibatkan masyarakat, integrasi rute wisata, serta promosi digital yang konsisten.</p> 2026-03-31T00:00:00+00:00 Hak Cipta (c) 2026 Sepsyuni Sakti, Rudi Latief, Tri Budiharto, Rahmawati Rahman, Aslam Jumain