Jurnal Saintis
https://journal.ft.unibos.ac.id/saintis
<p>Saintis diterbitkan oleh Program Studi Teknik Kimida dan Unibos Engineering Faculty E-Journal System (UEFS) Fakultas Teknik Universitas Bosowa. Jurnal ini merupakan jurnal peer-peer review yang bersifat terbuka, terbit 2 (dua) kali dalam setahun yang mempublikasikan karya penelitian kerya penelitian inovatif dalam bidang sains. Teknologi dan lingkungan, serta bidang lain yang relevan.</p>Prodi Teknik Kimia Universitas Bosowaid-IDJurnal Saintis2443-2369PEMBUATAN PEREKAT CASEIN DARI SUSU SAPI DENGAN PENAMBAHAN NATRIUM HIDROKSIDA(NAOH) SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI PEREKAT SINTESIS
https://journal.ft.unibos.ac.id/saintis/article/view/1022
<p>Perekat Casein merupakan salah satu alternatif perekat rramah lingkungan yang berpotensi menggantikan penggunakan perekat sintesis.penelitian ini bertujuan untuk membuat perekat kasein dari susu sapi dengan penambahan natrium hidroksida(NaOH) serta mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH terhadap karakteristik perekat yang dihasilkan. Isolasi kasein dilakukan menggunkaan variasi volume asam asetat dengan rendeman kasein sebesar 103 g pada pH 4,64. Perekat kemudian diformulasikan menggunakan NaOH dengan Konsentrasi 0,5 M, 1 M, dan 1,5 M. Pengujian meliputi Viskositas, waktu kering, ketahan air, dan keteguhan rekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi NaOH meningkatkan homogenitas, mempercepat waktu kering, dan meningkatkan kekuatan rekat perekat. Nilai keteguhan rekat tertinggi diperoleh pada konsentrasi NaOH 1,5 M sebesar 1,74 Mpa, sedangkan nilai terendah di peroleh pada konsentrasi 0,5 M sebesar 0,50 Mpa. Hasil pengujian viskositas menunjukkan nilai 1430 cP, 1360 cP, dan 1040 cP untuk msing-masing formulasi. Namun, seluruh sampel masih menunjukkan ketahanan air yang rendah setelah perendaman. Berdasarkan hasil penelitian, perekat kasein dari susu sapi berpotensi menjadi alternatif perekat yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi ketergantungan terhadap perekat sintetis.</p>Ditaria RerungRidwan RidwanFitri Ariani
Hak Cipta (c) 2026 Ditaria Rerung
2026-04-302026-04-3071447455Analisis Perubahan Mineral Selama Proses Pemanasan Briket Debu Nikel Pada Furnace 4 Yang Berada Di Perusahaan Pengolahan Industri Nikel
https://journal.ft.unibos.ac.id/saintis/article/view/1014
<p>Debu nikel yang dihasilkan dari proses pengolahan bijih nikel laterit masih mengandung unsur logam bernilai yang berpotensi untuk dimanfaatkan kembali melalui teknologi briketisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan mineral selama proses pemanasan briket debu nikel pada furnace 4 yang berada di perusahaan pengolahan industri nikel. Briket dibuat dari debu nikel dengan variasi bahan pengikat dan aditif, yaitu air, batubara, dan acrysol. Proses pemanasan dilakukan menggunakan muffle furnace secara bertahap pada suhu 200°C, 700°C, dan 1000°C. Karakterisasi mineral dan unsur dilakukan menggunakan X-Ray Diffraction (XRD), X-Ray Fluorescence (XRF), serta analisis unsur (Eltra), sedangkan sifat mekanik briket diuji melalui uji shatter dan uji abrasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemanasan menyebabkan transformasi fasa mineral yang signifikan, ditandai dengan terbentuknya mineral yang lebih stabil seperti magnetit dan forsterit. Briket dengan penambahan batubara dan acrysol menunjukkan kekuatan mekanik dan stabilitas termal yang lebih baik dibandingkan variasi lainnya. Penelitian ini membuktikan bahwa proses briketisasi dan pemanasan terkontrol dapat meningkatkan kualitas debu nikel sehingga layak dimanfaatkan kembali dalam proses peleburan nikel serta mendukung pengelolaan limbah industri yang berkelanjutan.</p>salwa mawa'ddah sultanAndi Zulfikar SyaifulFitri Ariani
Hak Cipta (c) 2026 salwa mawa'ddah sultan
2026-04-302026-04-3071419429Evaluasi Kualitas Papan Panel dari Limbah Plastik sebagai Bahan Baku Alternatif dengan Varian Bahan Tambahan Abu Arang
https://journal.ft.unibos.ac.id/saintis/article/view/966
<p><em>Limbah plastik merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang terus meningkat akibat penggunaan plastik yang tinggi dan sifatnya yang sulit terurai secara alami. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah plastik adalah dengan memanfaatkannya kembali sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan material komposit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas papan panel yang dibuat dari limbah plastik dengan penambahan abu arang sebagai bahan pengisi (filler). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan proses pencampuran limbah plastik jenis polypropylene (PP) dan abu arang dengan variasi komposisi tertentu, kemudian dicetak menggunakan metode injection molding. Papan panel yang dihasilkan diuji sifat fisik dan mekaniknya yang meliputi densitas, ketebalan, kuat tarik, kuat lentur, dan kuat impak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu arang berpengaruh terhadap peningkatan sifat mekanik papan panel yang dihasilkan. Komposisi tertentu memberikan nilai densitas dan kekuatan mekanik yang lebih baik dibandingkan komposisi lainnya. Dengan demikian, limbah plastik yang dikombinasikan dengan abu arang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan alternatif dalam pembuatan papan panel yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis</em></p>Lifa LebangHamsina HamsinaAl Gazali
Hak Cipta (c) 2026 Lifa Lebang
2026-04-302026-04-3071405409PEMBUATAN METAL POLISH SOLUTION SEBAGAI LARUTAN PENGKILAP LOGAM TANPA ARUS LISTRIK
https://journal.ft.unibos.ac.id/saintis/article/view/925
<p><em>Proses pengkilapan nikel dapat diaplikasikan untuk produk seperti uang koin yang bertujuan untuk melindungi logam dasar dari korosi dan permukaannya mempunyai warna yang mengkilap selama masa pakainya. Dalam penelitian ini bahan yang akan dilapisi adalah aluminium dengan menggunakan nikel sebagai bahan pengkilapnya. Variasi yang digunakan adalah waktu dan suhu electroless yaitu dengan variasi waktu 1 menit, 2 menit, 3 menit, 4 menit dan 5 menit serta suhu yang digunakan adalah 90<sup>o</sup>C dan 95<sup>o</sup>C. Hasil penelitian yang didapat adalah koin dapat bekerja optimal dalam pencelupan selama 4 menit dengan suhu 95<sup>o</sup>C.</em></p>ANDI AULIA PURNAMAM. TangFitri Ariani
Hak Cipta (c) 2026 ANDI AULIA PURNAMA
2025-04-302025-04-3071389395Pengaruh proses matriks sampel terhadap homogenitas sampel wet ore pada preparasi basah
https://journal.ft.unibos.ac.id/saintis/article/view/1029
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh metode preparasi matriks dan metode quartering terhadap homogenitas sampel <em>wet ore </em>nikel pada preparasi basah, serta mengevaluasi pengaruh variasi ukuran partikel terhadap hasil analisis kadar nikel. Penelitian ini menggunakan metode komparatif dengan variasi metode matriks (6×5, 5×5, dan 4×5) serta metode quartering (3, 4, dan 5 kali quartering) dengan jenis sampel berbeda yang diambil dari area pertambangan A, B, dan C. Selain itu, dilakukan variasi ukuran partikel sampel sebesar 150, 175, dan 200 mesh. Parameter homogenitas dievaluasi berdasarkan kestabilan hasil analisis kadar nikel (Ni) yang diuji menggunakan instrumen ED-XRF. Tingkat homogenitas ditinjau dari konsistensi nilai kadar Ni dan variasi antar pengulangan pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode matriks dengan pembagian 6×5 cenderung menghasilkan distribusi sampel yang lebih merata dibandingkan variasi matriks lainnya. Pada metode quartering menujukkan dengan 3 kali quartering menghasilkan distribusi sampel yang lebih merata. Selain itu, ukuran partikel 200 mesh menunjukkan hasil analisis yang lebih stabil dibandingkan ukuran 150 dan 175 mesh. Berdasarkan hasil tersebut, metode matriks 6×5 dan quartering 3 kali dengan ukuran partikel 200 mesh dinilai paling sesuai untuk meningkatkan homogenitas sampel wet ore nikel pada preparasi basah</p> <p> </p>Agil Aditya PutraHermawati HarunFitri Ariani
Hak Cipta (c) 2026 Agil Aditya Putra
2026-04-302026-04-3071377388Pemanfaatan Ekstrak Kulit Melinjo Merah (Gnetum Gnemon) Sebagai Pewarna Alami Pada Pembuatan Pelembab Bibir (Lip Serum)
https://journal.ft.unibos.ac.id/saintis/article/view/1018
<p><em>Penilitian ini bertujuan untuk mendapatkan </em><em>konsentrasi yang terbaik ekstrak kulit buah melinjo merah dan mendapatkan karakteristik yang terbaik ekstrak kulit buah melinjo merah. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah ekstrak kulit buah melinjo merah karena kandungan pigmen alami dan antioksidan yang berpotensi memberikan warna sekaligus manfaat pada produk kosmetik. Proses formulasi dilakukan dengan menambahkan ekstrak kulit buah melinjo merah, kemudian dilakukan uji homogenitas, uji organoleptis, uji pH, dan uji stabilitas fisik dan kimia. Hasil penelitian uji homogenitas menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah melinjo merah mampu memberikan hasil yang homogen, uji organoleptis menunjukkan bahwa warna tampilan F1 F2 F3 adalah merah, warna olesan F1 F2 sama yaitu warna merah, F3 berwana merah wine maroon. Uji pH menunjukkan bahwa pH sesuai standar kosmetik bibir. Uji stabilitas fisik dan kimia menunjukkan bahwa warna, bau, dan tekstur adalah semuanya stabil. </em><em>Konsentrasi ekstrak kulit buah melinjo merah tidak mempengaruhi warna pelembab bibir (lip serum) tapi mempengaruhi nilai pH 4-6 dan karakteristik pelembab bibir (lip serum), homogenitasnya tidak berubah, warna tetap, pH 4-6 dan uji stabilitas selama 9 hari warna, bau, dan tekstur tetap stabil.</em></p> <p> </p> <p> </p>Andini Zabrina PutriHermawati HarunFitri Ariani
Hak Cipta (c) 2026 Andini Zabrina Putri
2026-04-302026-04-3071430446Analisis Sabun Transparan Dari Virgin Coconut Oil (Vco) Dan Ekstrak Daun Kelor
https://journal.ft.unibos.ac.id/saintis/article/view/974
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi yang tepat antara Virgin Coconut Oil (VCO) dan minyak kelapa sawit dengan penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) serta menentukan efektivitas sabun transparan yang dihasilkan. Sabun dibuat melalui proses saponifikasi dengan enam formulasi yaitu F0 (tanpa VCO dan tanpa ekstrak), F1 (mengandung VCO tanpa ekstrak), F2 (VCO + ekstrak kelor 0,5%), F3 (VCO + ekstrak 1%), F4 (VCO + ekstrak 2%), dan F5 (VCO + ekstrak 3%). Pengujian kualitas sabun meliputi uji pH, kadar air, kadar alkali bebas, stabilitas busa, organoleptik, serta aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun yang dihasilkan memiliki pH berkisar 8–9 yang masih memenuhi standar sabun mandi padat. Kadar air sabun berada pada kisaran 13–19%, dimana beberapa formulasi telah memenuhi standar SNI (≤15%). Kadar alkali bebas berkisar antara 0,045–0,085% dan masih berada di bawah batas maksimum 0,1%. Stabilitas busa sabun berkisar antara 76–92,30%. Uji antibakteri menunjukkan adanya zona hambat pada formulasi yang mengandung ekstrak daun kelor dan VCO dengan diameter 10,3–12,6 mm. Formulasi terbaik diperoleh pada F5 dengan konsentrasi ekstrak daun kelor 3%.</p> <p> </p>Ririn AngraeniHermawati HarunAl Gazali
Hak Cipta (c) 2026 Ririn Angraeni
2026-04-302026-04-3071410418Optimalisasi Proses Fermentasi Pupuk Organik Cair (POC) Dari Campuran Rumput Laut Gracilaria Sp Dan Limbah Udang Dengan Variasi Waktu Fermentasi
https://journal.ft.unibos.ac.id/saintis/article/view/951
<p><em>Pertanian memiliki peranan strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi nasional, namun ketergantungan terhadap pupuk kimia berdampak negatif terhadap kesuburan tanah dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan proses fermentasi pupuk organik cair (POC) berbahan campuran rumput laut Gracilaria sp. dan limbah udang dengan variasi waktu fermentasi untuk meningkatkan kandungan unsur hara makro. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan dua perlakuan waktu fermentasi, yaitu 28 dan 40 hari. Parameter yang diamati meliputi pH serta kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan durasi fermentasi berpengaruh nyata terhadap peningkatan kandungan unsur hara dan kestabilan pH. Pada fermentasi 28 hari, pH cenderung asam dan kadar unsur hara masih rendah, sedangkan pada fermentasi 40 hari, pH mendekati netral dan kandungan N, P, serta K meningkat signifikan. Kondisi ini menunjukkan bahwa fermentasi 40 hari merupakan waktu optimal untuk menghasilkan POC berkualitas tinggi dengan kandungan nutrisi yang lebih lengkap serta manfaat agronomis yang lebih baik bagi tanaman. Temuan ini menegaskan potensi kombinasi rumput laut dan limbah udang sebagai bahan baku alternatif ramah lingkungan dalam mendukung sistem pertanian berkelanjutan.</em></p>Sostenes Marnes ParerungAndi Zulfikar SyaifulM. Tang
Hak Cipta (c) 2026 Sostenes Marnes Parerung, Andi Zulfikar Syaiful
2026-04-302026-04-3071396404