Studi Korelasi Antara Nilai Fix Carbon dan Nilai kalori pada batubara produksi
DOI:
https://doi.org/10.35965/saintis.v6i2.953Kata Kunci:
batubara, fix carbon, nilai kalori, kualitas batubara, proses produksi, tungku smelterAbstrak
Fix Carbon dan Kalori Batubara adalah salah satu parameter penting dalam penentuan kualitas Batubara. Karena ini menyangkut kelancaran proses produksi, sebagai contoh batubara dengan Nilai Fix Carbon Tinggi dan Nilai Kalori yang tinggi akan menghasilkan pembakaran yang jauh lebih baik pada tungku atau Furnace dibanding menggunakan Batubara dengan Nilai Fix Carbon dan Nilai Kalori yang rendah. Sehingga jelas akan mempengaruhi jalannya Proses Produksi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan Studi perbandingan Nilai Fix Carbon dan Kalori pada sampel Batubara dari Rusia, Indonesia dan Tiongkok yang digunakan di tungku smelter nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park dan mengetahui jenis batubara yang paling baik dan stabil digunakan sebagai bahan bakar pada tungku smelter nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park. Pada penelitian ini Sampel Batubara di timbang sebanyak 200 gram kemudian di oven pada suhu 105o C selama 5 jam untuk mengetahui nilai TM (Total Moisture) batubara. Sampel dengan kode yang sama di timbang lagi sebanyak 100 gram kemudian di oven pada suhu 400 C selama 6 jam. Setelah di oven selama 6 jam pada suhu 400 C, sampel kemudian di Dish Mill sampai diperoleh Batubara yang lolos saringan 200 Mesh atau 0.075 mm. Sampel kemudian di masukan kedalam Fortis (tempat penyimpanan sampel yang siap analisa) kemudian diberi Label Barcode Kode sampel. Sampel yang telah diberi kode tersebut di uji dengan Mesin GA (General Analysis) 5E- MAG6700 untuk memperoleh nilai IM (Inherent Moisture), VM (Vollatile Matter), ASH (Abu) dan Fixed Carbon. Untuk memperoleh nilai Kalori Sampel di analisa dengan Mesin Kalori 5E-AC500. Sampel di timbang sebanyak 1 gram ke dalam cawan kalori kemudian di hubungkan dengan kawat api, dan di masukan pada Bomb kalori. Bomb Kalori di isi dengan Gas Oxygen dengan tekanan 2 atm lalu dimasukan kemudian dianalisa dengan Mesin Kalori Meter. Kemudian data Analisa akan dilakukan perbandingan untuk mengetahui jenis batubara dari negara manakah yang memiliki nilai Kalori dan fix Carbon yang paling sesuai digunakan pada tungku smelter nikel PT Indonesia Morowali Industrial Park.
Referensi
Aladin, A. Dan Mahfud, 2010. Sumber Daya Alam BATUBARA, CV. LUBUK AGUNG, Bandung.
Anonim.2016.Batubara.http://id.wikipedia.org/wiki/Batu_bara.(diakses tanggal 01 september 2019)
Dewantoro, R. (n.d.). Materi Pembentuk Batubara. Retrieved Desember 29, 2017, from id.scribd.com: https://id.scribd.com/document/76050119/Materi-Pembentuk- Batubara
Geankoplis.Transport Process and Separation Process Principles . New Jersey: Prentice Hall, 2003Desi Ramadani, Hermawati Harun, R. (2023).
Gozian.2009.ProsesPembentukanBatubara. http://geofact.blogspot.co.id/2009/04/proses-pembentukan-batubara.html. (diakses tanggal 01 september 2019)
Krevelen, Van. Coal. 3rd Edition. Amsterdam: Elsevier Science Publisher, 1993.
Muchjidin, 2006, Pengendalian Mutu Dalam Industri Batubara, Institut
Tekhnologi Bandung, Bandung.
PT. IOL Indonesia Banjarbaru Coal laboratory. 2018. SOP (Standart Operation Prosedur). Banjarbaru
