Penerapan Prinsip Desain Atap Hijau Ekstensif Pada Rancangan Gedung Perkuliahan Politeknik Bosowa di Kota Makassar
Kata Kunci:
atap hijau ekstensif, Gedung Perkuliahan, Politeknik, BosowaAbstrak
Rancangan gedung Politeknik Bosowa dengan pendekatan arsitektur hijau yang berfungsi sebagai pusat pembelajaran bagi mahasiswa program pendidikan vokasi.Atap hijau merupakan bagian dari prinsip pendekatan arsitektur hijau ekstensif sebagai bentuk dari solusi dalam menjawab tantangan suhu bumi yang semakin panas setiap tahun akibat dari pemanasan global. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana penerapan prinsip atap hijau ekstensif sebagai langkah untuk meminimalisir dampak akibat suhu bumi yang semakin panas setiap tahunnya. Metode penelitian yang digunakan mencakup analisis penerapan prinsip desain atap hijau ekstensif pada bangunan perkuliahan politeknik bosowa. Pengumpulan data dilakukan dengan metode web scraping yang merupakan proses pengumpulan data melalui website secara otomatis dan spesifik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana perenarapan prinsip desain atap hijau ekstensif.
Referensi
Devrianto Rivaldi Tandi, 2024/2025, Acuan Perencanaan Gedung Politeknik Bosowa Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau di Kota Makassar, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa.
Devrianto Rivaldi Tandi, 2024/2025, Gambar Kerja Perencanaan Gedung Politeknik Bosowa Dengan Pendekatan Arsitektur Hijau di Kota Makassar, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa.
Sucofindo. (2023, 1 november). Penyebab Utama Emisi Gas Rumah Kaca dan Solusi Preventifnya. Diakses pada 6 Februari 2025, dari https://www.sucofindo.co.id/artikel-1/penyebab-utama-emisi-gas- rumah-kaca-dan-solusi-preventifnya/
Amanda Bahraini. (2022, 9 januari). Penyebab Gas Rumah Kaca dan Pengaruhnya bagi Kehidupan. Diakses pada 6 Februari 2025
https://waste4change.com/blog/penyebab-gas-rumah-kaca-dan-pengaruhnya-bagi-kehidupan/
Jörg Breuning. (2025, CMS). Extensive Green Roof A Touch Of Biodiversity. Diakses pada 6 Februari 2025. dari https://greenrooftechnology.com/green-roof-finder/extensive-green-roof/
BMI Indonesia. (2025, CMS). Green Roof System. Diakses pada 6 Februari 2025. dari https://www.bmigroup.com/id/produk-kami/green-roof/
NASA Jenny Marder. (2025, 28 Januari). Global Temperature. Diakses pada 6 Februari 2025. dari https://science-nasa- gov.translate.goog/earth/measuring_global_temperature/
University of California Museum of Paleontology Berkeley Anna Thanukos. (2025, CMS). Understanding Global Change. Diakses pada 6 Februari 2025. dari https://ugc-berkeley-edu.translate.goog/background- content/temperature/
Firstinarchitecture. (2025, CMS). Green Roof Detail Guide. Diakses pada 6 Februari 2025. dari https://www-firstinarchitecture-co-uk.translate.goog/detail-post-green-roof- details/?
Denbow. (2018, CMS). Soil Structure for Green Roof Media. Diakses pada 6 Februari 2025. dari https://www-denbow-com.translate.goog/soil-for-green- roof/?
Wikipedia. (2017. November). Oregano. Diakses pada 6 Februari 2025. dari https://en-m-wikipedia- org.translate.goog/wiki/Oregano?
NC STATE EXTENSION. (2025, CMS). Sedum. Diakse pada 6 Februari 2025. dari https://plants-ces- ncsu-edu.translate.goog/plants/sedum/
IDN medis. (2025, CMS). Sedum Spurium Manfaat Efek Samping dan Tips Penggunaan. Diakses pada 6 Februari 2025. dari https://idnmedis.com/sedum-spurium
Viritopia. (2025, CMS). What plants are best for a green roof system?. Diakses pada 6 Februari 2025. dari https://www-viritopia-com.translate.goog/blog/what-are-the-best-plants-for-green-roof- systems