Arahan Mitigasi Tanah Longsor Berbasis Analisis Risiko Spasial di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa

Penulis

  • Yoga Dwi Julianto Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Rahmawati Rahman Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Baso Jaya Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Emil Salim Rasyidi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Tri Budiharto Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Rusneni Ruslan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/jups.v6i2.677

Kata Kunci:

Tanah Longsor, Mitigasi Bencana, Analisis Spasial, Kecamatan Tabulahan

Abstrak

Abstract. Tabulahan District, Mamasa Regency, is characterized by mountainous terrain and recurring landslides that threaten settlements, agricultural land, and interregional roads. This study analyzes spatial landslide risk and formulates mitigation directions at village and urban-village level. Hazard was assessed from slope, rainfall, land use, soil type, and geology; vulnerability from physical, demographic-social, economic, and environmental indicators; and capacity from health services, accessibility, disaster education, and preparedness. The layers were processed through scoring, overlay, and a vulnerability-capacity matrix, then checked against twelve field-observed landslide points. Moderate hazard dominates 63.15% of the study area, while high hazard covers 36.36%. Vulnerability is predominantly low at 86.72%, but capacity remains low in eight villages. The final risk map identifies 93.82% low risk, 4.66% moderate risk, and 1.52% high risk, with priority areas in Lakahang, Lakahang Utama, Timoro, Burana, Tampakkura, and Talopak. Mitigation directions combine spatial-use controls, community preparedness, drainage improvement, slope reinforcement, vegetation management, and selective relocation from unsafe sites.

Abstrak. Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, memiliki topografi pegunungan dan kejadian tanah longsor berulang yang mengancam permukiman, lahan pertanian, serta jaringan jalan antardaerah. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko longsor secara spasial dan merumuskan arahan mitigasi pada tingkat desa dan kelurahan. Kerawanan dinilai berdasarkan kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan, jenis tanah, dan geologi; kerentanan berdasarkan aspek fisik, demografi-sosial, ekonomi, dan lingkungan; sedangkan kapasitas berdasarkan pelayanan kesehatan, aksesibilitas, edukasi kebencanaan, dan kesiapsiagaan. Seluruh lapisan dianalisis melalui skoring, tumpang susun, dan matriks kerentanan-kapasitas, kemudian diperiksa menggunakan dua belas titik longsor hasil survei lapangan. Kerawanan sedang mendominasi 63,15% wilayah dan kerawanan tinggi mencapai 36,36%. Kerentanan rendah mencakup 86,72% wilayah, tetapi kapasitas masih rendah pada delapan desa. Peta risiko menunjukkan 93,82% wilayah berisiko rendah, 4,66% berisiko sedang, dan 1,52% berisiko tinggi, terutama di Lakahang, Lakahang Utama, Timoro, Burana, Tampakkura, dan Talopak. Arahan mitigasi meliputi pengendalian pemanfaatan ruang, peningkatan kesiapsiagaan, perbaikan drainase, penguatan lereng, pengelolaan vegetasi, dan relokasi selektif dari lokasi tidak aman.

Referensi

Adiyoso, W. (2018). Manajemen bencana: Pengantar dan isu-isu strategis. Jakarta: Bumi Aksara.

Apriyono, A., Sumiyanto, S., & Wariyatno, N. G. (2017). Analisis penanggulangan kelongsoran tanah pada ruas Jalan Gunung Tugel Patikraja Banyumas. Jurnal Teknik Sipil, 14(1), 53-61. https://doi.org/10.24002/jts.v14i1.1017

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012a). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pedoman Umum Pengkajian Risiko Bencana. Jakarta: BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2012b). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 3 Tahun 2012 tentang Panduan Penilaian Kapasitas Daerah dalam Penanggulangan Bencana. Jakarta: BNPB.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Mamasa. (2022). Data kejadian tanah longsor Kecamatan Tabulahan tahun 2021-2022 [Data tidak dipublikasikan]. Mamasa: BPBD Kabupaten Mamasa.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamasa. (2024). Kecamatan Tabulahan dalam angka 2024. Mamasa: BPS Kabupaten Mamasa.

Chen, X., & Chen, W. (2021). GIS-based landslide susceptibility assessment using optimized hybrid machine learning methods. Catena, 196, 104833. https://doi.org/10.1016/j.catena.2020.104833

Dewi, T. S., Kusumayudha, S. B., & Purwanto, H. S. (2017). Zonasi rawan bencana tanah longsor dengan metode analisis GIS: Studi kasus daerah Semono dan sekitarnya, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Jurnal Mineral, Energi dan Lingkungan, 1(1), 50-59. https://doi.org/10.31315/jmel.v1i1.1773

Faizana, F., Nugraha, A. L., & Yuwono, B. D. (2015). Pemetaan risiko bencana tanah longsor Kota Semarang. Jurnal Geodesi Undip, 4(1), 223-234. https://doi.org/10.14710/jgundip.2015.7669

Iskandar, A. M., Syafri, S., & Taking, M. I. (2022). Arahan mitigasi bencana kawasan rawan longsor di Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa. Journal of Urban Planning Studies, 2(2), 187-197.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2007). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2007 tentang Pedoman Penataan Ruang Kawasan Rawan Bencana Longsor. Jakarta: Kementerian Pekerjaan Umum.

Kuncoro, E., Rismayanti, E. I., & Rahman, I. (2021). Pemodelan spasial bahaya dan kerentanan bencana tanah longsor dengan metode AHP berbasis SIG. Jurnal Himasapta, 6(3), 149-158.

Lanto, M. S., Syam, D. N., Wahyuni, A., & Kusmiran, A. (2022). Pemetaan risiko bencana tanah longsor di Kabupaten Barru menggunakan metode pembobotan parameter dan InaRISK BNPB. Jurnal Geosaintek, 8(3), 250-260. https://doi.org/10.12962/j25023659.v8i3.14758

Merghadi, A., Yunus, A. P., Dou, J., Whiteley, J., Pham, B. T., Bui, D. T., Avtar, R., & Abderrahmane, B. (2020). Machine learning methods for landslide susceptibility studies: A comparative overview of algorithm performance. Earth-Science Reviews, 207, 103225. https://doi.org/10.1016/j.earscirev.2020.103225

Pemerintah Republik Indonesia. (2007a). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pemerintah Republik Indonesia. (2007b). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Jakarta: Sekretariat Negara.

Pratiwi, S. F., Manessa, M. D. M., & Supriatna, S. (2022). Kajian dan evaluasi bencana tanah longsor di Kecamatan Tanjungsari terhadap RTRW Kabupaten Bogor. Jurnal Wilayah dan Lingkungan, 10(1), 86-96. https://doi.org/10.14710/jwl.10.1.86-96

Reichenbach, P., Rossi, M., Malamud, B. D., Mihir, M., & Guzzetti, F. (2018). A review of statistically-based landslide susceptibility models. Earth-Science Reviews, 180, 60-91. https://doi.org/10.1016/j.earscirev.2018.03.001

Susanti, P. D., Miardini, A., & Harjadi, B. (2017). Analisis kerentanan tanah longsor sebagai dasar mitigasi di Kabupaten Banjarnegara. Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, 1(1), 49-59. https://doi.org/10.20886/jppdas.2017.1.1.49-59

Taufik, Q., & Firdaus, D. (2012). Pemetaan ancaman bencana tanah longsor di Kabupaten Konawe. Jurnal Aplikasi Fisika, 8(1).

van Westen, C. J., Castellanos, E., & Kuriakose, S. L. (2008). Spatial data for landslide susceptibility, hazard and vulnerability assessment: An overview. Engineering Geology, 102(3-4), 112-131. https://doi.org/10.1016/j.enggeo.2008.03.010

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-03-31