Perubahan Fungsi Lahan, Kesesuaian Ruang, dan Daya Tampung Lahan Kawasan Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru

Penulis

  • Niam Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Murshal Manaf Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Muh. Idris Taking Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Aslam Jumain Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/jups.v6i2.768

Kata Kunci:

Land use change, Spatial suitability, Land carrying capacity, Geographic information system, Port area

Abstrak

Abstract. This study analyzes land-use change, spatial conformity, land capability, settlement carrying capacity, and land-use direction in the Garongkong Port Area, Barru Regency. Primary and secondary data were collected through field observation, institutional surveys, and literature review. Geographic information system-based overlay compared land-use maps for 2013 and 2023, existing land use with the regional spatial plan, and physical parameters for land capability and functional zoning. The transition matrix identified 2,275 ha (27.28%) of changed land and 6,064 ha (72.72%) of unchanged land. Spatial conformity included 7,424.72 ha of conforming land and 856.13 ha of nonconforming land. Land capability comprised 4,106 ha (49.24%) of moderate, 633 ha (7.59%) of moderately high, and 3,600 ha (43.17%) of very high development capability. The settlement carrying-capacity index exceeded one, but development remains constrained by protected, buffer, disaster-prone, productive agricultural, and spatially nonconforming areas. Seasonal-crop and settlement functions dominated 4,290 ha (51.44%) of the study area.

 

Abstrak. Penelitian ini menganalisis perubahan fungsi lahan, kesesuaian ruang, kemampuan lahan, daya dukung permukiman, dan arahan pemanfaatan lahan di Kawasan Pelabuhan Garongkong, Kabupaten Barru. Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui observasi lapangan, survei institusional, dan studi literatur. Analisis berbasis sistem informasi geografis dilakukan dengan menumpangsusunkan penggunaan lahan tahun 2013 dan 2023, penggunaan lahan eksisting dengan rencana tata ruang wilayah, serta parameter fisik untuk menentukan kemampuan dan arahan fungsi lahan. Penjumlahan matriks transisi menunjukkan perubahan seluas 2.275 ha (27,28%) dan lahan tidak berubah 6.064 ha (72,72%). Kesesuaian ruang mencakup 7.424,72 ha lahan sesuai dan 856,13 ha tidak sesuai. Kemampuan pengembangan terdiri atas kelas sedang 4.106 ha (49,24%), agak tinggi 633 ha (7,59%), dan sangat tinggi 3.600 ha (43,17%). Indeks daya dukung permukiman lebih besar dari satu, tetapi pengembangan tetap dibatasi oleh kawasan lindung, penyangga, rawan bencana, lahan pertanian produktif, dan ketidaksesuaian tata ruang. Arahan kawasan tanaman semusim dan permukiman mendominasi 4.290 ha (51,44%).

Referensi

Badan Standardisasi Nasional. (2004). SNI 03-1733-2004: Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Bulamei, A. P., Tarore, R. C., & Moniaga, I. L. (2015). Perubahan penggunaan lahan di sekitar Kawasan Pelabuhan Bitung. Spasial, 2(2), 33–40.

Burhan, I. M., Achmad, A., & Rizkiya, P. (2020). Forecasting the land use change of urban coastal area in Banda Aceh and its impact on urban sustainability using LandUseSIM cellular automata simulation model. Aceh International Journal of Science and Technology, 9(3), 120–131. https://doi.org/10.13170/aijst.9.3.17303

Dani, E. T., Sitorus, S. R. P., & Munibah, K. (2017). Analisis penggunaan lahan dan arahan pengendalian pemanfaatan ruang di Kabupaten Bogor. Tataloka, 19(1), 40–52. https://doi.org/10.14710/tataloka.19.1.40-52

El Adnani, A., Habib, A., & El Khalidi, K. (2019). Spatio-temporal dynamics and evolution of land use land cover using remote sensing and GIS in Sebou Estuary, Morocco. Journal of Geographic Information System, 11(5), 551–566. https://doi.org/10.4236/jgis.2019.115034

Fayshal, M. A., Silvi, S., & Zannat, B. (2024). Monitoring LULC dynamics and landscape pattern analysis using Landsat at Mongla and surrounding cities in Bangladesh. Journal of Geospatial Surveying, 4(2), 1–8. https://doi.org/10.4038/jgs.v4i2.55

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. (2021). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengawasan Penataan Ruang. Jakarta.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2007). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 20/PRT/M/2007 tentang Pedoman teknis analisis aspek fisik dan lingkungan, ekonomi, serta sosial budaya dalam penyusunan rencana tata ruang. Jakarta.

Lamonda, R., Supriatna, S., & Hernina, R. (2019). Spatial dynamics model for land carrying capacity prediction in Tangerang Selatan City. E3S Web of Conferences, 125, 01006. https://doi.org/10.1051/e3sconf/201912501006

Li, L., Zhu, G., Wu, D., Xu, H., Ma, P., Liu, J., Li, Z., He, Y., Li, C., & Wu, P. (2021). Land suitability assessment for supporting transport planning based on carrying capacity and construction demand. PLOS ONE, 16(2), e0246374. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0246374

Madhumitha, R., Rajakumari, S., & Deepika, B. (2024). Investigation of port intervention to coastal and nearshore dynamics: A GIS and AHP approach. Environmental Monitoring and Assessment, 196, 322. https://doi.org/10.1007/s10661-024-12472-x

Miswar, D., Suyatna, A., & Zakaria, W. A. (2023). Geospatial modeling of environmental carrying capacity for sustainable agriculture using GIS. International Journal of Sustainable Development and Planning, 18(1), 99–111. https://doi.org/10.18280/ijsdp.180110

Nurfatimah, N. (2023). Analisis daya dukung lahan permukiman Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar. Indonesian Journal of Spatial Planning, 4(2), 23–28.

Partigöç, N. S. (2018). GIS-based land suitability analysis in Cigli District. International Journal of Informatics Technologies, 11(1), 9–21. https://doi.org/10.17671/gazibtd.304355

Pemerintah Kabupaten Barru. (2012). Peraturan Daerah Kabupaten Barru Nomor 4 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Barru Tahun 2011–2031. Barru.

Pemerintah Republik Indonesia. (2004). Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023. Jakarta.

Pemerintah Republik Indonesia. (2021). Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Jakarta.

Sari, P. P., Makarau, V. H., & Lakat, R. M. (2021). Analisis daya dukung dan daya tampung lahan di Kecamatan Girian Kota Bitung untuk pengembangan permukiman. Spasial, 8(1), 89–100.

Turnip, D. S. P., Hasyim, A. W., & Parlindungan, J. (2022). Pengendalian pemanfaatan ruang pada kawasan sempadan Sungai Brantas Kecamatan Lowokwaru Kota Malang. Planning for Urban Region and Environment Journal, 11(3), 37–46.

Zarlin, E., Arfani, A., & Wahyono, H. (2022). Development of land capability-based settlement areas in Banyuasin District. Jurnal Lahan Suboptimal: Journal of Suboptimal Lands, 11(2), 120–139. https://doi.org/10.36706/jlso.11.2.2022.564

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-03-31