Ketersediaan Dan Kebutuhan Prasarana Persampahan Di Kecamatan Rantepao, Kabupaten Toraja Utara

Case Study of Rantepao District, North Toraja Regency

Penulis

  • Novry Erik Sandy Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Muh. Fuad Aziz Dinas Penataan Ruang Kota Makassar
  • Emil Salim Rasyidi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Rivqa Mujhtahida Arsyad Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Arista Asrib Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sulawesi Selatan

DOI:

https://doi.org/10.35965/jups.v6i2.758

Kata Kunci:

solid waste infrastructure, Population Projection, Waste generation, Temporary storage, Rantepao

Abstrak

Abstract. This study evaluates the availability of solid waste infrastructure and estimates future facility needs in Rantepao District for the 2023-2043 period. A quantitative descriptive approach was applied using field observation, document review, an exponential population projection, and two waste-generation scenarios. The population is projected to increase from 28,231 people in 2023 to 33,538 people in 2043. Under the national small-city planning rate of 2.75 liters per person per day, waste generation reaches 92.23 cubic meters per day, requiring 19 temporary storage units with a five-cubic-meter design capacity and eight transport vehicles operating two trips per day. A sensitivity scenario using the local empirical rate of 5.25 liters per person per day increases the requirement to 36 units and 15 vehicles. The findings indicate that the baseline estimate should be treated as a minimum planning scenario. Asset verification, local waste sampling, source separation, spatially balanced facilities, and optimized collection routes are required before investment decisions are finalized.

Abstrak. Penelitian ini mengevaluasi ketersediaan prasarana persampahan dan memperkirakan kebutuhan fasilitas di Kecamatan Rantepao untuk periode 2023-2043. Pendekatan deskriptif kuantitatif digunakan melalui observasi, telaah dokumen, proyeksi penduduk eksponensial, dan dua skenario timbulan sampah. Penduduk diproyeksikan meningkat dari 28.231 jiwa pada 2023 menjadi 33.538 jiwa pada 2043. Berdasarkan angka perencanaan kota kecil sebesar 2,75 liter per jiwa per hari, timbulan sampah mencapai 92,23 meter kubik per hari sehingga diperlukan 19 unit tempat penampungan sementara berkapasitas desain lima meter kubik dan delapan kendaraan pengangkut dengan dua ritasi per hari. Skenario sensitivitas menggunakan angka empiris lokal 5,25 liter per jiwa per hari meningkatkan kebutuhan menjadi 36 unit dan 15 kendaraan. Hasil menunjukkan bahwa estimasi dasar harus diperlakukan sebagai skenario kebutuhan minimum. Verifikasi aset, pengukuran timbulan lokal, pemilahan dari sumber, pemerataan lokasi fasilitas, dan optimasi rute perlu dilakukan sebelum keputusan investasi ditetapkan.

Referensi

Alshaikh, R., & Abdelfatah, A. (2024). Optimization techniques in municipal solid waste management: A systematic review. Sustainability, 16(15), 6585. https://doi.org/10.3390/su16156585

Badan Pusat Statistik Kabupaten Toraja Utara. (2024). Kecamatan Rantepao dalam angka 2024. BPS Kabupaten Toraja Utara.

Badan Standardisasi Nasional. (1995). SNI 19-3983-1995: Spesifikasi timbulan sampah untuk kota kecil dan kota sedang di Indonesia. Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional. (2002). SNI 19-2454-2002: Tata cara teknik operasional pengelolaan sampah perkotaan. Badan Standardisasi Nasional.

Bharadwaj, B., & Nepal, M. (2020). Sustainable financing for municipal solid waste management in Nepal. PLOS ONE, 15(8), e0231933. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0231933

Dalame, R., Asmal, I. J., & Wikantari, R. (2022). Environmentally friendly integrated waste management strategy in Rantepao District. Budapest International Research and Critics Institute-Journal, 5(2). https://doi.org/10.33258/birci.v5i2.5741

David, V. E., John, Y., & Hussain, S. (2020). Rethinking sustainability: A review of Liberia's municipal solid waste management systems, status, and challenges. Journal of Material Cycles and Waste Management, 22(5), 1299-1317. https://doi.org/10.1007/s10163-020-01046-x

El-Hallaq, M. A., & Mosabeh, R. (2019). Optimization of municipal solid waste management of bins using GIS: A case study of Nuseirat City. Journal of Geographic Information System, 11(1), 32-43. https://doi.org/10.4236/jgis.2019.111003

Ferronato, N., & Torretta, V. (2019). Waste mismanagement in developing countries: A review of global issues. International Journal of Environmental Research and Public Health, 16(6), 1060. https://doi.org/10.3390/ijerph16061060

Gutiérrez-Galicia, F., Coria Páez, A. L., & Tejeida Padilla, R. (2019). A study and factor identification of municipal solid waste management in Mexico City. Sustainability, 11(22), 6305. https://doi.org/10.3390/su11226305

Indonesia. (2008). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. Sekretariat Negara.

Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Sekretariat Negara.

Indonesia. (2017). Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Sekretariat Negara.

Kaza, S., Yao, L. C., Bhada-Tata, P., & Van Woerden, F. (2018). What a waste 2.0: A global snapshot of solid waste management to 2050. World Bank. https://doi.org/10.1596/978-1-4648-1329-0

Keita, S. (2021). Does effective policy implementation affect municipal solid waste management in Bandung? The Indonesian Journal of Planning and Development, 6(2), 90-97. https://doi.org/10.14710/ijpd.6.2.90-97

Kementerian Pekerjaan Umum. (2013). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 03/PRT/M/2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Kementerian Pekerjaan Umum.

Maharjan, M. K., & Lohani, S. P. (2020). Municipal solid waste management in Nepal: Opportunities and challenges. Journal of the Institute of Engineering, 15(3), 222-226. https://doi.org/10.3126/jie.v15i3.32185

Mwanza, B. G., Mbohwa, C., & Telukdarie, A. (2018). Municipal solid waste management in Kitwe City. Management of Environmental Quality: An International Journal, 29(6), 1075-1092. https://doi.org/10.1108/MEQ-10-2017-0120

Shaban, A., Zaki, F.-E., & Afefy, I. H. (2022). An optimization model for the design of a sustainable municipal solid waste management system. Sustainability, 14(10), 6345. https://doi.org/10.3390/su14106345

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-03-31