DEVELOPMENT OF THE PUNG BUNGA WATERFALL TOURISM AREA BASED ON COMMUNITY PARTICIPATION AND THE POTENTIAL ATTRACTION OF TOMPOBULU DISTRICT, MAROS REGENCY

Authors

  • Arisandy Sely Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Jamaluddin Jahid Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
  • Jufriadi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Rahmawati Rahman Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Rusneni Ruslan Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa

DOI:

https://doi.org/10.35965/jups.v6i1.760

Keywords:

Waterfall, Participation, Community, Potential Attractions, Tourism, Development of Tourist Areas

Abstract

Arisandy Sely, 2025 “Development of the Pung Bunga Waterfall Tourism Area Based on Community Participation and the Potential Attraction of Tompobulu District, Maros Regency”. Supervised by Jamaluddin Jahid and Jufriadi.

Maros Regency is one of the districts in South Sulawesi which has abundant natural tourism potential, including the Pung Bunga waterfall. However, in managing tourist attractions, the community certainly has a big role in developing aspects of regional tourism through participation. This research aims to explain the development of the Pung Bunga waterfall tourist area based on community participation and potential attractions in Tompobulu District, Maros Regency.

The results of this study indicate that the community participation indicator is the indicator that has the most positive and significant direct influence on the development of tourist areas. While the indicator of potential tourist attractions has a positive and significant direct influence on the indicator of tourist area development. Therefore, government attention is needed to develop Pung Bunga waterfall tourism.

References

Anindita, A. (2015). Pengantar pariwisata. Alfabeta.

Batu, T. K. (2018). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata serta dampaknya terhadap perekonomian warga di desa.

Budiman, A. (2000). Teori pembangunan dunia ketiga. PT Gramedia Pustaka Utama.

Cooper, C., Fletcher, J., Fyall, A., Gilbert, D., & Wanhill, S. (2008). Tourism: Principles and practice (4th ed.). Pearson Education.

Deru, S., Leha, E., & Penu, Y. P. (2022). Persepsi dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan kawasan wisata Air Terjun Ogi di Kelurahan Faobata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada. Jurnal Equilibrium, 2(1), 24–35.

Hakim, A. R., Manan, M., Fatmala, W., & Bintang, C. A. (2023). Partisipasi masyarakat terhadap pengembangan objek wisata Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban di Kabupaten Kuantan Singingi. Journal of Urban Regional Planning and Sustainable Environment, 2(1).

Ira, W. S., & Muhamad, M. (2020). Partisipasi masyarakat pada penerapan pembangunan pariwisata berkelanjutan (Studi kasus Desa Wisata Pujon Kidul, Kabupaten Malang). Jurnal Pariwisata Terapan, 3(2), 124–135. https://doi.org/10.22146/jpt.43802

Kaharuddin, K., Pudyatmoko, S., Fandeli, C., & Martani, W. (2020). Partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan ekowisata. Jurnal Ilmu Kehutanan, 14(1), 42–54. https://doi.org/10.22146/jik.57462

Manalu, S. H. (2020). Strategi pengembangan daya tarik wisata air terjun di Desa Sambangan. Media Wisata, 18(2), 185–194.

Murphy, P. E. (1985). Tourism: A community approach. Routledge.

Nugraha, I. (2004). Pembangunan wilayah: Perspektif ekonomi, sosial, dan lingkungan. (Lengkapi nama penerbit).

Pangasih, F., Hakim, B. R., Rulia, A., & Noor, M. F. (2023). Pengembangan daya tarik wisata pada kawasan wisata Air Terjun Kandua Raya. Jurnal Pengabdian Untukmu Negeri, 7(1), 48–55.

Prasetyo, A., & Rahayu, S. (2022). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata berbasis masyarakat. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 17(2), 101–114.

Rasoolimanesh, S. M., Ringle, C. M., Jaafar, M., & Ramayah, T. (2017). Urban vs. rural destinations: Residents' perceptions, community participation, and support for tourism development. Tourism Management, 60, 147–158. https://doi.org/10.1016/j.tourman.2016.11.019

Ridwan, M. (2012). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. PT Sofmedia.

Soetomo. (2010). Strategi-strategi pembangunan masyarakat. Pustaka Pelajar.

Suansri, P. (2003). Community based tourism handbook. Responsible Ecological Social Tour (REST).

Suharto, E. (1997). Pembangunan, kebijakan sosial, dan pekerjaan sosial. LSP-STKS.

Suwantoro, G. (2004). Dasar-dasar pariwisata. Andi.

Taniredja, T., & Mustafidah, H. (2014). Penelitian kuantitatif: Sebuah pengantar. Alfabeta.

Ulum, S., & Suryani, D. A. (2021). Partisipasi masyarakat dalam pengembangan Desa Wisata Gamplong. Jurnal Manajemen Publik dan Kebijakan Publik, 3(1).

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan. (2009). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 11.

United Nations World Tourism Organization. (2023). World Tourism Barometer. https://www.unwto.org

Yoeti, O. A. (2006). Pariwisata budaya: Masalah dan solusinya. Pradnya Paramita.

Yoeti, O. A. (2016). Perencanaan dan pengembangan pariwisata. Balai Pustaka.

Published

2025-11-30