Penerapan Lapisan Material Fasad Pada Rumah Susun Karyawan PT.Industri Kapal Indonesia di Kota Makassar

Penulis

  • Awal Rezky PS Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Bosowa
  • Syarif Beddu Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
  • Satriani Latief Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa

Kata Kunci:

Lapisan Material Fasad, Identitas lokal, Motif batik Makassar dan Mandar, Industri Kapal Indonesia

Abstrak

Kota Makassar sebagai gerbang Indonesia timur membuat Kota Makassar adalah salah satu kota tersibuk di Indonesia yang tak hanya maju dalam segi perdagangan tetapi juga manufaktur, salah satunya dalam bidang pembuatan atau manufaktur kapal yang di miliki oleh negara yang Bernama PT. indutri kapal Indonesia, PT. indutri kapal indonesia bergerak dalam bidang pembuatan dan manufaktur kapal yang di dalamnya memiliki ratusan pekerja kasar dengan taraf prekonomian rendah dan belum memiliki hunian bahkan Sebagian besar pekerja dalam PT. Industri kapal Indonesia bermukim di kontrakan yang masuk dalam Kawasan permukiman kumuh di dekat PT.industri kapal Indonesia, hal inilah yang membuat pentingnya rumah susun karyawan bagi karyawan PT. Indutri Kapal Indonesia. Rumah susun karyawan tidah hanya berfungsi sebagai hunian tetapi juga sebagai upaya untuk menjaga, melestarikan dan menghargai eksistensi identitas lokal pada bangunan, penarapan motif batik dapat dilakukan dalam bidang arsitektur dengan mewujudkannya ke dalam bangunan. Untuk mewujudkan motif batik ke dalam lapisan material fasad bangunan, melibatkan persepsi visual. Salah satu unsur yang mempengaruhinya adalah cahaya. Seperti diketahui Indonesia selalu disinari cahaya matahari sepanjang tahun. Fenomena yang ada seringkali cahaya alami (sunlighting) yang menyinari bangunan berlebihan. Oleh karena itu perlu material tambahan berupa lapisan material fasad bangunan agar membuat nyaman pengguna bangunan. Upaya ini ini dilakukan untuk menghargai eksistensi batik dalam bidang arsitektur yakni menggabungkan motif batik sebagai desain lapisan material pada fasad bangunan . Sehingga diharapkan identitas lokal bangunan akan terlihat. Dalam proses studi nantinya dilakukan beberapa tahapan terkait studi pustaka, pengambilan parameter operasional, melakukan komparasi bangunan yang menerapkan double-skin facade bangunan dengan motif batik hingga mampu memberikan kriteria atau rekomendasi motif batik yang dapat diterapkan ke dalam desain lapisan material fasad bangunan dengan motif batik. Motif batik Makassar dan mandar dipilih karena Motifnya yang diharapkan dapat mewakili identitas lokal bangunan di Sulawesi Selatan

 

Referensi

Awal Rezky, (2024). “Gambar Kerja Acuan Perancangan Rumah Susun Karyawan PT.Industri Kapal Indonesia di Kota Makassar”. Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa Makassar.

A. Sunaryo, “Ornamen Nusantara, Kajian Khusus tentang Ornamen Nusantara, Semarang.” Dahara Press, 2009.

D. Saelens, “Energy performance assessment of single storey multiple-skin facades,” 2002.

A. Compagno, Intelligente Glasfassaden/Intelligent Glass Façades: Material, Anwendung, Gestaltung/Material, Practice, Design. Birkhäuser, 2002.

Fadhillah, N. A., Hamdy, M. A., & Latief, S. 2024. “Penggunaan Material Fasad Bangunan Pasar Tradisional Maroangin Dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular,” Jurnal Arsitektur Sulapa, 6(2), 29-37.

Priatman, J, “Energy Conscious Design’ Konsepsi Dan Strategi Perancangan Bangunan Di Indonesia,” Dimens. (Journal Archit. Built Environ., vol. 31, no. 1, 2004.

P. Manurung, “Pencahayaan Alami dalam Arsitektur,” Yogyakarta. Penerbit Andi, p. 30, 2012.

S. Uuttu, “Study of current structures in double-skin facades,” Master’s thesis, Helsinki Univ. Technol., 2001.

Y. Anshori and A. Kusrianto, Keeksotisan batik jawa timur. PT. Elek Media Komputindo–2011-ISBN: 978-602-00-1195-0, 2011.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2024-11-28