Indonesia

Authors

  • Yogi Saputra PS Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Bosowa
  • Syarif Beddu Universitas Hasanuddin
  • Syahril Idris Universitas Bosowa

Keywords:

Wisata bahari, arsitektur, vernakular, Pulau Panambungan

Abstract

Arsitektur Vernakuler merujuk pada gaya arsitektur yang di bangun oleh masyarakat lokal menggunakan bahan- bahan dan teknik konstruksi yang tersedia secara tradisional di wilayah atau budaya tertentu. Wisata bahari atau wisata pantai adalah jenis wisata yang populer di seluruh dunia. Wisata bahari menawarkan pengalaman berlibur yang santai dan menyenangkan di pantai, laut, dan pulau-pulau yang indah. Beberapa kegiatan yang populer di wisata bahari antara lain berjemur di pantai, berenang, snorkeling, selam, surfing, dan memancing. Pulau Pannambungan merupakan salah satu pulau yang terletak di Kecamatan Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan yang mulai banyak di kunjungi oleh wisatawan karena terkenal dengan pemandangan sunset yang menawan dan berpasir putih. Tujuan dari perancangan Wisata Bahari ini yaitu untuk mengembangkan potensi yang terdapat pada pulau Pannambungan dengan menyediakan fasilitas penginapan dan fasilitas penunjang yang menunjang kegiatan wisatawan, yang mana bentuk, material dan prinsipnya menggunakan pendekatan Arsitektur Vernakuler, metode pengolahan data yang digunakan adalah menggunakan data primer dan data sekunder. Perolehan data yang di dapatkan dari hasil survei lapangan dan studi literatur. Hasil dari perancangan ini yaitu menghasilkan kawasan Wisata Bahari, dan mempunyai fasilitas untuk wisatawan yang tidak hanya datang menikmati sunset dan pantai berpasir putih tetapi juga dapat menikmati fasilitas yang lengkap. Dengan mengembangkan kebaharian pulau ini, dapat menarik lebih banyak wisatawan lokal maupun mancanegara dengan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian daerah khususnya Pulau Panambungan.

References

Collins., 2007, “Pariwisata Bahari”, Yogyakarta, Kanisius. Mentayani (2012), “Pengertian arsitektur vernakuler” Hidajat (2014), “Pengertian arsitektur vernakuler”

Datu, J. K., Hamdy, M. A., & Mustafa, S. (2023). Penerapan Model Pendekatan Arsitektur Lokal dan Neo Vernakular Pada Gedung Pusat Kreatif di Kabupaten Toraja Utara. Jurnal Arsitektur Sulapa, 5(1).

Fadhillah, N. A., Hamdy, M. A., & Latief, S. 2024. “Penggunaan Material Fasad Bangunan Pasar Tradisional Maroangin Dengan Pendekatan Arsitektur Neo Vernakular,” Jurnal Arsitektur Sulapa, 6(2), 29-37.

Lakebo, F., Hamdy, M. A., & Idris, S. (2019). Aplikasi Penerapan Model Arstitektur Neo Vernakular Pada Tampilan Fasade Hotel di Kawasan Pesisir Kota Makassar. Jurnal Arsitektur Sulapa, 1(1), 22-31.

Mentayani (2012),” Ciri dan karakteristik arsitektur vernakuler” Syharjanto (2011), “Faktor terbentuknya arsitektur vernakuler”

Yogi, S. (2024). Acuan Wisata Bahari Pulau Pannambungan Berkonsep Arsitektur Vernakuler, Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa

Yogi, S. 2024, “Gambar Konsep Wisata Bahari Pulau Pannambungan Berkonsep Arsitektur Vernakuler,” Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Bosowa

https://www.academia.edu/8223542/Arsitektu_Verrnakuler, diakses digital pada tanggal 02 Januari 2016, 21: 29

https://dspace.uii.ac.id/bitstream/handle/123456789/1107/05.2%20bab%202.pdf?sequence=6&isAl lo wed=y

https://simdos.unud.ac.id/uploads/file_penelitian/wisatabahari_1_dir/388f852d9cd6abb771d88d6ac1f5 f638.pdf

https://disparpora.pangkepkab.go.id/2022/07/10/panambungan-island/ https://p2k.stekom.ac.id/ensiklopedia/Pulau_Panambungan

Published

2024-11-28